Love is incredible or even irressistible (part 1)

Thoughts and The Journeys

It is not a lack of love, but a lack of friendship that makes unhappy marriages.

(Friedrich Nietzsche)

  Hatiku berdebar kencang ketika pesawat yang kunaiki lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Dalam hitungan menit, kulihat hamparan cahaya lampu menyinari ibu kota negeri ini. Kelap-kelip lampu dan gedung pencakar langit seakan menjadi kilauan perhiasan kota Jakarta malam ini. Wajarlah kalau ada ungkapan Jakarta is a beaut and sleepless city in Asia.

Bismillah… mulutku bergumam pelan. Kucoba untuk menguatkan hati dan tekad. Namun apa daya, bulir-bulir air mata jatuh di pipiku saat mengingat betapa besar pengorbanan yang harus dilakukan untuk kepergianku kali ini. Penerbangan Quantas 367 Jakarta-Sydney memang akan membawaku terbang meraih mimpi dan cita-citaku untuk bersekolah di negeri orang. Akan tetapi, apa sebenarnya yang kutinggalkan di tanah air?. Pelukan hangat orangtua, canda dan tawa rekan-rekan kerja, senyum tulus suamiku hingga celotehan kecil Meera, buah hatiku yang genap…

View original post 562 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s